Beranda » Subject-Verb Agreement IELTS: Cara Menghindari Kesalahan Grammar yang Menurunkan Skor Writing

Subject-Verb Agreement IELTS: Cara Menghindari Kesalahan Grammar yang Menurunkan Skor Writing

Dalam IELTS Writing, kemampuan menyampaikan ide dengan jelas memang sangat penting. Namun, ide yang bagus dapat kehilangan kekuatannya jika terdapat terlalu banyak kesalahan grammar.

Salah satu kesalahan yang sering terlihat sederhana tetapi cukup mengganggu kualitas tulisan adalah subject-verb agreement.

Banyak siswa sebenarnya memahami aturan dasarnya. Mereka tahu bahwa he menggunakan is, she menggunakan has, dan they menggunakan are. Masalah mulai muncul ketika struktur kalimat menjadi lebih panjang.

Ketika terdapat frasa tambahan, kata benda yang berdekatan dengan verb, klausa relatif, atau subject yang memiliki bentuk tidak biasa, peserta IELTS dapat dengan mudah memilih bentuk verb yang salah.

Kesalahan seperti ini mungkin terlihat kecil, tetapi jika muncul berulang kali, akurasi grammar dalam tulisan dapat terganggu.

Karena itu, memahami subject-verb agreement IELTS bukan hanya tentang menghafalkan aturan singular dan plural. Peserta perlu belajar menemukan subject utama dalam kalimat sebelum menentukan bentuk verb yang digunakan.

Artikel ini membahas aturan tersebut secara praktis, lengkap dengan contoh yang relevan untuk IELTS Writing.

Apa Itu Subject-Verb Agreement?

Subject-verb agreement adalah kesesuaian antara subject dan verb dalam sebuah kalimat.

Dalam bahasa Inggris, bentuk verb tertentu harus disesuaikan dengan subject.

Contoh paling sederhana:

The student works hard.

Subject the student bersifat singular sehingga verb yang digunakan adalah works.

Bandingkan dengan:

The students work hard.

Subject the students bersifat plural sehingga verb menjadi work.

Perbedaannya tampak sederhana.

Namun, dalam IELTS Writing, kalimat yang digunakan biasanya jauh lebih kompleks.

Contohnya:

The number of international students has increased significantly.

Banyak siswa melihat kata students dan secara spontan memilih have.

Padahal subject utama adalah the number, bukan students.

Karena the number bersifat singular, verb yang tepat adalah has.

Di sinilah subject-verb agreement mulai menjadi penting.

Mengapa Subject-Verb Agreement Penting dalam IELTS Writing?

IELTS Writing menilai kemampuan peserta dalam menggunakan grammar secara akurat dan bervariasi.

Kesalahan subject-verb agreement menunjukkan bahwa penulis belum selalu mampu mengontrol struktur kalimat dengan baik.

Satu kesalahan tentu tidak otomatis menentukan seluruh skor. Namun, kesalahan yang terus berulang dapat membuat tulisan terlihat kurang akurat.

Bandingkan dua kalimat berikut:

The number of people who use public transportation are increasing.

dan:

The number of people who use public transportation is increasing.

Kalimat kedua lebih tepat secara grammar.

Masalahnya bukan karena vocabulary sulit. Masalahnya adalah penulis perlu mengidentifikasi subject utama.

Kemampuan seperti ini sangat penting ketika menulis Task 1 maupun Task 2.

Aturan Dasar: Singular Subject Menggunakan Singular Verb

Aturan pertama cukup sederhana.

Jika subject singular, gunakan bentuk verb singular yang sesuai.

Contoh:

The graph shows a significant increase.

The government provides financial support.

The percentage indicates a gradual decline.

The student has completed the assignment.

Dalam present simple, singular third-person subject biasanya menggunakan verb dengan akhiran -s atau -es.

Contohnya:

increase → increases
show → shows
affect → affects
reduce → reduces
require → requires

Kesalahan sering terjadi ketika siswa terlalu fokus pada kata setelah subject.

Plural Subject Menggunakan Plural Verb

Jika subject plural, bentuk verb harus disesuaikan.

Contoh:

The figures show a clear trend.

Several factors affect the result.

Many students struggle with grammar.

Governments need to invest more in education.

Perhatikan perbedaan:

The government needs to act.

tetapi:

Governments need to act.

Government singular menggunakan needs, sedangkan governments plural menggunakan need.

Perbedaan kecil seperti ini sering muncul dalam IELTS Writing Task 2.

Kesalahan 1: Tertipu oleh Kata Benda Setelah Subject

Ini adalah salah satu masalah paling umum.

Perhatikan:

The number of students has increased.

Bukan:

The number of students have increased.

Mengapa?

Karena subject-nya adalah the number, bukan students.

Struktur:

The number + of + plural noun

tetap menggunakan singular verb.

Contoh lain:

The number of cars has risen dramatically.

The number of applicants is increasing.

The number of households has declined.

Untuk IELTS Writing Task 1, struktur ini sangat berguna ketika mendeskripsikan data.

“A Number of” Berbeda dengan “The Number of”

Ini merupakan aturan yang sangat penting.

The number of + plural noun → singular verb.

A number of + plural noun → plural verb.

Contoh:

The number of students has increased.

Tetapi:

A number of students have complained.

Mengapa?

The number berarti jumlah tertentu atau total.

Sementara a number of memiliki makna yang lebih dekat dengan “sejumlah” atau “sejumlah besar”.

Perhatikan perbedaannya:

The number of people using bicycles is increasing.

A number of people are using bicycles.

Kesalahan membedakan dua struktur ini cukup mudah terjadi ketika menulis dengan cepat.

Kesalahan 2: Subject Dipisahkan oleh Prepositional Phrase

Kalimat akademik sering memiliki frasa tambahan yang memisahkan subject dan verb.

Contoh:

The percentage of students in urban areas has increased.

Subject utamanya adalah the percentage.

Frasa of students in urban areas hanya memberikan informasi tambahan.

Jangan membiarkan kata students membuat Anda memilih have.

Contoh lainnya:

The cost of living in major cities is increasing.

The quality of public services has improved.

The impact of social media on teenagers is significant.

Dalam semua contoh tersebut, kata benda yang menentukan agreement adalah subject utama.

Kesalahan 3: “Each” dan “Every”

Kata each dan every biasanya diikuti singular noun dan menggunakan singular verb.

Contoh:

Each student has a different learning style.

Every participant needs to complete the form.

Each country faces different challenges.

Bukan:

Each student have a different learning style.

Kesalahan ini sering terjadi karena penulis melihat konteks yang berkaitan dengan banyak orang.

Namun secara grammar, each dan every memperlakukan individu secara singular.

Kesalahan 4: “Everyone” dan “Everybody”

Kata seperti everyone, everybody, someone, somebody, nobody, dan each secara grammar diperlakukan sebagai singular dalam agreement.

Contoh:

Everyone has a responsibility to protect the environment.

Everybody needs access to education.

Someone is responsible for the decision.

Nobody knows the exact reason.

Jangan menggunakan:

Everyone have a responsibility.

Gunakan:

Everyone has a responsibility.

Ini merupakan pola yang sebaiknya dikuasai karena sangat berguna dalam argumentasi IELTS Writing Task 2.

Kesalahan 5: “There Is” dan “There Are”

Struktur there is dan there are juga membutuhkan perhatian.

Gunakan there is untuk singular noun.

There is a significant difference between the two groups.

Gunakan there are untuk plural noun.

There are several factors contributing to this problem.

Kesalahan umum:

There is several reasons for this trend.

Yang benar:

There are several reasons for this trend.

Ketika menulis dengan cepat, peserta sering memilih there is sebagai pola otomatis.

Biasakan melihat noun setelah struktur tersebut sebelum menentukan verb.

Kesalahan 6: Compound Subject dengan “And”

Ketika dua subject digabungkan dengan and, biasanya subject tersebut menjadi plural.

Contoh:

Education and technology play an important role.

Parents and teachers need to work together.

The government and private companies are responsible for the project.

Bukan:

Education and technology plays an important role.

Namun, ada situasi tertentu ketika dua kata dengan and merujuk pada satu konsep atau satu kesatuan. Karena itu, konteks tetap perlu diperhatikan.

Untuk tulisan IELTS, gunakan struktur yang paling jelas dan hindari konstruksi yang membuat agreement menjadi ambigu.

Kesalahan 7: “Or” dan “Nor”

Subject yang dihubungkan dengan or atau nor memerlukan perhatian khusus.

Contoh:

The teacher or the students are responsible for the activity.

Dalam struktur seperti ini, agreement dapat bergantung pada subject yang paling dekat dengan verb.

Namun, untuk IELTS Writing, jangan membuat struktur terlalu rumit jika tidak diperlukan.

Jika kalimat terasa sulit dikontrol, ubah menjadi dua kalimat yang lebih jelas.

Kejelasan lebih penting daripada memaksakan struktur kompleks.

Kesalahan 8: Relative Clause

Relative clause juga dapat membuat siswa salah memilih verb.

Contoh:

The percentage of students who study abroad has increased.

Perhatikan bahwa who study abroad menjelaskan students, bukan percentage.

Bandingkan:

The student who studies abroad lives in London.

dan:

The students who study abroad live in London.

Verb dalam relative clause mengikuti noun yang dijelaskan oleh who.

Kemampuan membedakan subject utama dan subject dalam relative clause sangat penting untuk kalimat akademik.

Subject-Verb Agreement dalam IELTS Writing Task 1

Task 1 Academic sering menggunakan data, grafik, tabel, dan diagram.

Karena itu, peserta sering menggunakan kata seperti:

percentage
proportion
number
figure
amount
rate
percentage of
number of

Semua kata tersebut dapat menimbulkan masalah agreement.

Contoh:

The percentage of households with internet access has increased.

The number of people using public transport was higher in 2025.

The figures for men and women show a similar pattern.

The proportion of students who study online is relatively high.

Kesalahan grammar dalam kalimat pendek seperti ini sebenarnya dapat dihindari jika penulis terbiasa mengidentifikasi subject utama.

Subject-Verb Agreement dalam IELTS Writing Task 2

Task 2 membutuhkan argumentasi yang lebih panjang.

Karena itu, kemungkinan kesalahan juga meningkat.

Contoh:

One of the main reasons for this trend is the increasing cost of living.

Bukan:

One of the main reasons for this trend are the increasing cost of living.

Mengapa?

Subject utamanya adalah one, bukan reasons.

Pola one of + plural noun sangat sering digunakan dalam tulisan akademik.

Contoh lain:

One of the most effective solutions is to improve public transportation.

One of the biggest challenges is the lack of funding.

Menguasai pola ini dapat membantu meningkatkan akurasi grammar tanpa membuat kalimat menjadi terlalu rumit.

Subject-Verb Agreement dan Band Score

Tidak ada satu kesalahan grammar tertentu yang secara otomatis menentukan band score.

Penilaian IELTS dilakukan berdasarkan performa keseluruhan.

Namun, akurasi grammar tetap penting.

Jika kesalahan agreement hanya sesekali muncul dalam tulisan yang secara keseluruhan sangat baik, dampaknya tentu berbeda dibandingkan jika hampir setiap paragraf memiliki kesalahan.

Karena itu, tujuan latihan bukan menghilangkan satu kesalahan secara terisolasi.

Tujuannya adalah membangun kebiasaan menulis dengan grammar yang lebih konsisten.

Teknik “Cari Subject Utama”

Salah satu cara paling efektif untuk memperbaiki subject-verb agreement adalah menggunakan teknik sederhana:

Cari subject utama sebelum memilih verb.

Misalnya:

The number of students in international universities has increased.

Jangan langsung melihat kata students.

Tanyakan:

Apa yang meningkat?

Jawabannya adalah:

The number.

Maka:

The number … has increased.

Teknik ini sangat sederhana tetapi efektif ketika menghadapi kalimat panjang.

Teknik Membuat Kalimat Lebih Aman

Ketika sedang mengerjakan IELTS Writing, jangan merasa harus membuat setiap kalimat sangat kompleks.

Kalimat kompleks memang berguna untuk menunjukkan grammatical range, tetapi kompleksitas harus tetap terkendali.

Jika Anda tidak yakin dengan agreement, sederhanakan struktur.

Daripada menulis:

The number of students who are currently studying at universities in major cities are increasing rapidly.

Anda dapat memperbaikinya menjadi:

The number of students studying at universities in major cities is increasing rapidly.

Struktur menjadi lebih ringkas dan agreement lebih mudah dikontrol.

Latihan dengan Error Correction

Salah satu metode latihan yang efektif adalah membuat kalimat dengan sengaja mengandung kesalahan kemudian memperbaikinya.

Contoh:

The number of people using social media are increasing.

Perbaikan:

The number of people using social media is increasing.

Contoh:

A number of students has chosen to study abroad.

Perbaikan:

A number of students have chosen to study abroad.

Contoh:

Everyone have different opinions.

Perbaikan:

Everyone has different opinions.

Latihan seperti ini membantu otak mengenali pola kesalahan secara lebih cepat.

Buat Daftar Kesalahan Pribadi

Jangan hanya mencatat grammar secara umum.

Buat daftar kesalahan yang benar-benar sering Anda lakukan.

Misalnya:

Kesalahan saya:

the number + have
everyone + have
each + are
one of + are
there is + plural noun

Kemudian buat lima contoh untuk masing-masing pola.

Dengan cara tersebut, latihan menjadi lebih spesifik.

Anda tidak lagi menghabiskan waktu mempelajari seluruh grammar bahasa Inggris ketika sebenarnya masalah utama Anda hanya berada pada beberapa pola tertentu.

Checklist Subject-Verb Agreement Sebelum Submit

Sebelum menyelesaikan IELTS Writing, lakukan pemeriksaan cepat.

1. Cari semua subject singular

Periksa apakah verb-nya sesuai.

2. Cari “the number of”

Pastikan menggunakan singular verb.

3. Cari “a number of”

Pastikan menggunakan plural verb.

4. Periksa “each” dan “every”

Biasanya membutuhkan singular verb.

5. Periksa “everyone” dan “everybody”

Gunakan singular agreement.

6. Periksa “there is” dan “there are”

Pastikan noun setelahnya sesuai.

7. Periksa “one of”

Pastikan subject utama adalah one.

8. Periksa kalimat panjang

Cari subject utama sebelum verb.

Pemeriksaan singkat ini dapat membantu menemukan beberapa kesalahan sebelum jawaban dikumpulkan.

Jangan Menghafal, Pahami Polanya

Grammar akan lebih mudah digunakan jika Anda memahami hubungan antarunsurnya.

Jangan hanya menghafalkan:

He works.

They work.

Cobalah memahami mengapa bentuk tersebut berbeda.

Kemudian terapkan konsep yang sama pada kalimat akademik:

The percentage increases.

The percentages increase.

The number has increased.

The numbers have increased.

Ketika konsepnya dipahami, Anda tidak perlu menghafalkan setiap kalimat secara terpisah.

Kesimpulan

Subject-verb agreement IELTS merupakan salah satu aspek grammar yang terlihat sederhana tetapi dapat menjadi sumber kesalahan ketika kalimat menjadi lebih panjang dan kompleks.

Kunci utamanya adalah mengetahui siapa atau apa subject utama dalam sebuah kalimat.

Jangan tertipu oleh noun yang berada setelah of. Perhatikan perbedaan the number of dan a number of. Ingat bahwa each, every, dan everyone biasanya membutuhkan singular verb. Periksa juga struktur there is, there are, one of, serta relative clause.

Dalam IELTS Writing Task 1, kemampuan ini sangat berguna ketika mendeskripsikan angka, persentase, tren, dan data.

Dalam Task 2, subject-verb agreement membantu menjaga argumentasi tetap akurat ketika menggunakan kalimat akademik yang lebih panjang.

Namun, jangan menjadikan grammar sebagai proses menghafal tanpa konteks.

Cara terbaik adalah berlatih melalui kalimat yang benar-benar digunakan dalam IELTS, mencatat kesalahan pribadi, kemudian melakukan proofreading secara sistematis.

Ingat satu prinsip sederhana:

Sebelum memilih verb, cari subject-nya terlebih dahulu.

Jika kebiasaan ini sudah terbentuk, Anda akan jauh lebih mudah menghindari kesalahan seperti the number … are, everyone … have, atau one of … are.

Grammar yang akurat bukan hanya membuat tulisan terlihat lebih profesional. Grammar yang terkendali membantu ide Anda tersampaikan dengan lebih jelas dan membuat keseluruhan respons IELTS Writing menjadi lebih kuat.

mandsaue1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas