
Salah satu alasan mengapa banyak peserta IELTS gagal memperoleh Band 7 atau lebih tinggi bukan karena kurangnya kosakata atau lemahnya tata bahasa, melainkan karena tulisan mereka terasa tidak mengalir. Ide-ide yang sebenarnya bagus menjadi sulit dipahami karena hubungan antarkalimat tidak jelas. Dalam penilaian IELTS, aspek ini dikenal sebagai Coherence and Cohesion, salah satu dari empat kriteria utama yang menentukan skor Writing.
Salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan aspek tersebut adalah dengan menggunakan cohesive devices secara tepat. Cohesive devices merupakan kata atau frasa yang berfungsi menghubungkan ide, kalimat, maupun paragraf sehingga tulisan menjadi lebih logis dan mudah diikuti. Namun, banyak peserta justru melakukan kesalahan dengan menggunakan terlalu banyak kata penghubung seperti moreover, therefore, atau however sehingga tulisan terdengar dipaksakan.
Artikel ini akan membahas apa itu cohesive devices, mengapa penting dalam IELTS Writing, jenis-jenisnya, kesalahan yang sering dilakukan peserta ujian, serta strategi praktis agar penggunaannya mampu meningkatkan skor hingga Band 7 atau lebih tinggi.
Apa Itu Cohesive Devices?
Cohesive devices adalah kata, frasa, atau struktur yang menghubungkan satu gagasan dengan gagasan lainnya sehingga pembaca dapat mengikuti alur tulisan tanpa kebingungan.
Dalam IELTS Writing, cohesive devices tidak hanya berupa linking words, tetapi juga mencakup penggunaan kata ganti, sinonim, serta hubungan logis antarparagraf.
Contohnya:
Many students prefer studying online. However, traditional classrooms still provide valuable face-to-face interaction.
Kata however menunjukkan adanya hubungan kontras antara dua ide.
Tanpa cohesive devices, tulisan akan terasa seperti kumpulan kalimat yang berdiri sendiri.
Mengapa Cohesive Devices Penting dalam IELTS Writing?
Examiner tidak hanya menilai apakah Anda mampu membuat kalimat yang benar secara grammar, tetapi juga apakah setiap paragraf memiliki hubungan yang logis.
Tulisan yang memiliki cohesion yang baik akan:
mudah dipahami
memiliki alur yang jelas
menunjukkan perkembangan ide yang sistematis
terasa alami ketika dibaca
Sebaliknya, tulisan yang tidak memiliki cohesion sering dianggap membingungkan meskipun grammar dan vocabulary sudah cukup baik.
Hubungan Cohesion dan Coherence
Banyak peserta menganggap kedua istilah ini sama, padahal memiliki makna yang berbeda.
Coherence berarti keseluruhan ide tersusun secara logis.
Sedangkan Cohesion adalah cara menghubungkan ide tersebut menggunakan berbagai perangkat bahasa.
Contohnya:
Paragraf yang coherent memiliki urutan ide yang masuk akal.
Paragraf yang cohesive menggunakan kata penghubung, referensi, dan pengulangan yang tepat sehingga transisi antaride terasa mulus.
Keduanya harus berjalan bersama agar tulisan memperoleh skor tinggi.
Jenis-Jenis Cohesive Devices
1. Menambahkan Informasi
Digunakan ketika ingin memperluas pembahasan.
Contoh:
Furthermore
Moreover
In addition
Additionally
Besides
Contoh kalimat:
Public transport reduces traffic congestion. Furthermore, it helps decrease air pollution.
2. Menunjukkan Kontras
Digunakan ketika membandingkan dua pendapat atau situasi.
Beberapa contoh:
However
Nevertheless
On the other hand
Although
Whereas
In contrast
Contoh:
Online learning is flexible. However, some students struggle to stay motivated.
3. Menyatakan Sebab
Contoh:
Because
Since
As
Due to
Owing to
Kalimat:
Many people prefer electric vehicles because they are environmentally friendly.
4. Menunjukkan Akibat
Contoh:
Therefore
Consequently
As a result
Thus
Hence
Kalimat:
Fuel prices increased significantly. As a result, many people began using public transportation.
5. Memberikan Contoh
Contoh:
For example
For instance
Such as
To illustrate
Kalimat:
Renewable energy is becoming more common. For example, solar power is widely used in Australia.
6. Menunjukkan Urutan
Sangat berguna pada IELTS Writing Task 1 maupun Task 2.
Contoh:
Firstly
Secondly
Finally
Subsequently
Meanwhile
Afterward
Contoh:
Firstly, governments should improve education. Secondly, they should invest in healthcare.
Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan
Menggunakan Linking Words Terlalu Banyak
Banyak peserta berpikir semakin banyak kata penghubung, semakin tinggi skor.
Padahal examiner justru menilai penggunaan yang natural.
Contoh buruk:
Firstly… Moreover… Furthermore… In addition… Besides… Therefore…
Setiap kalimat diawali linking word sehingga tulisan terasa dipaksakan.
Gunakan hanya ketika memang diperlukan.
Salah Menggunakan However
Ini merupakan salah satu kesalahan yang paling sering ditemukan.
Contoh salah:
However many people prefer cars.
Seharusnya:
However, many people prefer cars.
atau
Many people prefer cars. However, public transportation remains important.
Mengulang Kata Penghubung yang Sama
Contoh:
Therefore…
Therefore…
Therefore…
Pengulangan membuat tulisan monoton.
Gunakan variasi seperti:
Consequently
As a result
Thus
Hence
Menghubungkan Ide yang Tidak Berkaitan
Kesalahan lain adalah menggunakan kata penghubung yang tidak sesuai hubungan logisnya.
Misalnya menggunakan however padahal ide berikutnya merupakan tambahan, bukan kontras.
Hubungan logis harus selalu menjadi pertimbangan utama sebelum memilih cohesive device.