Banyak peserta IELTS menganggap bagian Reading sebagai salah satu sesi yang paling menantang. Bukan karena teksnya selalu sulit dipahami, tetapi karena keterbatasan waktu. Dalam waktu hanya 60 menit, peserta harus membaca tiga bacaan panjang dan menjawab 40 soal dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Kesalahan yang sering dilakukan adalah membaca setiap kata dari awal hingga akhir. Strategi ini mungkin berhasil saat membaca artikel biasa, tetapi kurang efektif dalam ujian IELTS. Jika dilakukan, peserta akan menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu bacaan dan kesulitan menyelesaikan seluruh soal.
Untuk mengatasi tantangan tersebut, para pengajar IELTS di berbagai lembaga internasional umumnya menyarankan dua teknik utama, yaitu skimming dan scanning. Kedua teknik ini membantu peserta menemukan informasi penting dengan lebih cepat tanpa harus membaca setiap kalimat secara mendetail.
Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari cara kerja teknik skimming dan scanning, perbedaannya, langkah-langkah penerapan, serta tips agar lebih percaya diri saat menghadapi IELTS Reading.
Mengapa Manajemen Waktu Sangat Penting?
Pada tes IELTS Reading, tidak ada tambahan waktu untuk memindahkan jawaban seperti pada tes Listening. Artinya, seluruh proses membaca, memahami, mencari informasi, dan mengisi jawaban harus selesai dalam waktu yang telah ditentukan.
Banyak peserta sebenarnya memahami isi bacaan, tetapi gagal memperoleh skor tinggi karena tidak mampu mengatur waktu dengan baik.
Idealnya, pembagian waktu adalah:
- Passage 1: sekitar 15–17 menit.
- Passage 2: sekitar 20 menit.
- Passage 3: sekitar 23–25 menit.
Pembagian ini memberi kesempatan untuk memeriksa kembali jawaban sebelum waktu habis.
Apa Itu Skimming?
Skimming adalah teknik membaca cepat untuk memperoleh gambaran umum sebuah teks. Tujuannya bukan memahami setiap detail, melainkan mengetahui topik utama, ide pokok, dan struktur bacaan.
Saat melakukan skimming, Anda cukup memperhatikan:
- Judul.
- Subjudul.
- Kalimat pertama setiap paragraf.
- Kalimat terakhir jika diperlukan.
- Kata-kata yang dicetak tebal atau miring.
- Nama orang, tempat, atau istilah penting.
Melalui teknik ini, otak akan membangun “peta” isi bacaan sehingga lebih mudah menemukan informasi saat menjawab soal.
Manfaat Teknik Skimming
Menguasai teknik skimming memberikan berbagai keuntungan, antara lain:
- Menghemat waktu membaca.
- Memahami struktur artikel.
- Mengetahui lokasi informasi penting.
- Mengurangi rasa panik saat menghadapi teks panjang.
- Mempermudah menjawab soal yang menanyakan ide utama.
Semakin sering berlatih, semakin cepat Anda mengenali pola bacaan IELTS.
Apa Itu Scanning?
Jika skimming digunakan untuk memahami gambaran umum, maka scanning bertujuan mencari informasi tertentu secara cepat.
Informasi yang biasanya dicari meliputi:
- Angka.
- Tahun.
- Nama orang.
- Nama tempat.
- Istilah ilmiah.
- Kata kunci tertentu.
Dengan scanning, Anda tidak perlu membaca seluruh paragraf. Fokus hanya pada informasi yang relevan dengan pertanyaan.
Kapan Menggunakan Scanning?
Scanning sangat efektif digunakan pada jenis soal berikut:
- Short Answer Questions.
- Sentence Completion.
- Note Completion.
- Table Completion.
- Diagram Labeling.
- Matching Information.
Karena soal-soal tersebut biasanya meminta informasi spesifik yang dapat ditemukan melalui kata kunci.
Perbedaan Skimming dan Scanning
Walaupun sering digunakan bersamaan, kedua teknik ini memiliki tujuan yang berbeda.
Skimming
- Membaca cepat untuk memahami isi umum.
- Fokus pada ide pokok.
- Dilakukan sebelum mengerjakan soal.
- Membantu mengenali struktur bacaan.
Scanning
- Mencari informasi tertentu.
- Fokus pada kata kunci.
- Dilakukan ketika menjawab soal.
- Membantu menemukan jawaban secara efisien.
Dengan menggabungkan keduanya, peserta dapat menghemat waktu sekaligus meningkatkan akurasi jawaban.
Langkah-Langkah Menerapkan Skimming
Berikut cara melakukan skimming secara efektif.
1. Baca Judul
Judul memberikan gambaran mengenai topik utama bacaan.
Misalnya, jika judul membahas perubahan iklim, kemungkinan besar isi teks berkaitan dengan lingkungan, cuaca, atau dampak aktivitas manusia.
2. Perhatikan Kalimat Pertama
Dalam banyak bacaan IELTS, kalimat pertama sering memperkenalkan ide utama paragraf.
Membaca bagian ini sudah cukup untuk memahami arah pembahasan.
3. Abaikan Detail Terlebih Dahulu
Jangan berhenti pada kata yang tidak dikenal.
Tetap lanjutkan membaca agar memperoleh pemahaman umum terlebih dahulu.
4. Identifikasi Struktur Bacaan
Perhatikan bagaimana setiap paragraf saling berhubungan.
Apakah menjelaskan penyebab?
Membandingkan dua teori?
Memberikan contoh?
Atau menjelaskan hasil penelitian?
Memahami struktur ini akan mempercepat proses pencarian jawaban nantinya.
Langkah-Langkah Melakukan Scanning
Setelah memahami isi umum melalui skimming, langkah berikutnya adalah scanning.
Caranya:
- Baca pertanyaan terlebih dahulu.
- Garisbawahi kata kunci.
- Cari sinonim dari kata tersebut.
- Temukan lokasi informasi pada teks.
- Baca beberapa kalimat sebelum dan sesudahnya.
- Tentukan jawaban yang paling sesuai.
Perlu diingat bahwa IELTS jarang menggunakan kata yang sama persis antara soal dan bacaan. Oleh karena itu, kemampuan mengenali sinonim menjadi sangat penting.
Contoh Penerapan
Misalkan soal menanyakan:
“In which year was the research first conducted?”
Kata kunci yang perlu dicari adalah:
- year
- research
- first conducted
Saat scanning, fokuslah mencari angka tahun seperti 1998, 2004, atau 2012, kemudian baca konteks di sekitarnya untuk memastikan bahwa tahun tersebut memang berkaitan dengan penelitian pertama.
Teknik ini jauh lebih cepat dibandingkan membaca seluruh teks dari awal hingga akhir.
Strategi Menggabungkan Skimming dan Scanning
Banyak peserta IELTS menganggap skimming dan scanning sebagai dua teknik yang berdiri sendiri. Padahal, hasil terbaik justru diperoleh ketika keduanya digunakan secara berurutan.
Urutan yang disarankan adalah sebagai berikut:
- Lakukan skimming selama 2–3 menit untuk memahami isi umum bacaan.
- Baca pertanyaan dengan saksama.
- Garisbawahi kata kunci dalam setiap soal.
- Gunakan scanning untuk menemukan lokasi informasi.
- Baca beberapa kalimat di sekitar informasi tersebut sebelum menentukan jawaban.
Pendekatan ini membuat Anda tidak perlu membaca ulang seluruh teks setiap kali berpindah soal.
Strategi Berdasarkan Jenis Soal IELTS Reading
Setiap tipe soal membutuhkan pendekatan yang berbeda. Memahami karakteristiknya akan membantu Anda menghemat waktu.
1. Multiple Choice
Pada soal pilihan ganda, jangan langsung melihat pilihan jawaban terlebih dahulu.
Langkah yang lebih efektif adalah:
- Baca pertanyaan.
- Identifikasi kata kunci.
- Temukan bagian teks yang relevan.
- Pahami maknanya.
- Baru bandingkan dengan pilihan jawaban.
Cara ini mengurangi risiko terjebak oleh pilihan yang tampak benar tetapi sebenarnya tidak sesuai isi bacaan.
2. True / False / Not Given
Ini adalah salah satu tipe soal yang paling sering membuat peserta kehilangan poin.
Perbedaannya adalah:
- True → informasi sesuai dengan teks.
- False → informasi bertentangan dengan teks.
- Not Given → informasi tidak disebutkan sama sekali.
Kesalahan umum adalah menganggap Not Given sama dengan False. Padahal keduanya berbeda. Jika teks tidak memberikan informasi yang cukup untuk memastikan jawaban, maka pilihannya adalah Not Given.
3. Matching Headings
Untuk jenis soal ini, kemampuan skimming sangat menentukan.
Fokuslah mencari ide utama setiap paragraf, bukan detailnya.
Biasanya ide pokok terdapat pada kalimat pertama atau terakhir paragraf.
4. Sentence Completion
Gunakan scanning untuk menemukan kata kunci dalam soal.
Perhatikan juga aturan jumlah kata, misalnya:
NO MORE THAN TWO WORDS
Jika instruksi meminta maksimal dua kata, jawaban tiga kata akan dianggap salah meskipun maknanya benar.
5. Diagram atau Table Completion
Cari istilah teknis, angka, nama bagian, atau urutan proses.
Jenis soal ini sangat cocok diselesaikan menggunakan scanning.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Peserta IELTS
Berdasarkan pengalaman banyak pengajar IELTS, terdapat beberapa kesalahan yang sering menyebabkan skor Reading tidak maksimal.
Membaca Terlalu Lambat
Sebagian peserta merasa harus memahami setiap kata.
Padahal tujuan Reading IELTS adalah menemukan informasi secara efisien.
Berhenti pada Kata yang Tidak Dikenal
Tidak semua kosakata harus dipahami.
Sering kali arti sebuah kata dapat diperkirakan melalui konteks kalimat.
Jika berhenti terlalu lama hanya karena satu kata, waktu akan banyak terbuang.
Tidak Mengenali Sinonim
IELTS hampir selalu menggunakan parafrasa.
Contohnya:
- purchase → buy
- children → youngsters
- decrease → decline
- difficult → challenging
Semakin banyak kosakata yang dikuasai, semakin mudah menemukan jawaban.
Menghabiskan Waktu pada Satu Soal
Jika sebuah soal terasa terlalu sulit, lanjutkan ke soal berikutnya.
Anda dapat kembali mengerjakannya apabila masih memiliki waktu di akhir tes.
Cara Berlatih Skimming dan Scanning
Kemampuan ini tidak muncul secara instan.
Berikut latihan sederhana yang dapat dilakukan setiap hari.
Latihan 1
Ambil artikel berbahasa Inggris sepanjang 700–900 kata.
Berikan waktu dua menit untuk melakukan skimming.
Setelah itu, coba jelaskan isi artikel hanya dalam tiga kalimat.
Latihan 2
Pilih satu artikel.
Mintalah teman menyebutkan beberapa informasi seperti:
- tahun,
- nama tokoh,
- angka,
- lokasi.
Kemudian cari informasi tersebut secepat mungkin menggunakan scanning.
Latihan 3
Gunakan soal Reading IELTS asli.
Catat waktu pengerjaan setiap passage.
Targetkan peningkatan kecepatan setiap minggu tanpa mengurangi akurasi.
Tips Meningkatkan Skor IELTS Reading
Selain menguasai teknik skimming dan scanning, beberapa tips berikut juga dapat membantu meningkatkan skor.
- Biasakan membaca artikel akademik berbahasa Inggris setiap hari.
- Perbanyak kosakata akademik.
- Pelajari sinonim dan parafrasa.
- Gunakan timer saat latihan.
- Jangan menerjemahkan setiap kalimat ke dalam bahasa Indonesia.
- Fokus memahami ide, bukan menghafal kata.
- Evaluasi kesalahan setelah mengerjakan latihan.
Konsistensi latihan jauh lebih efektif dibandingkan belajar dalam waktu lama tetapi tidak rutin.
Kesimpulan
Bagian Reading pada IELTS menguji lebih dari sekadar kemampuan memahami teks. Peserta juga dituntut mampu mengelola waktu, mengenali informasi penting, dan mengambil keputusan dengan cepat.
Teknik skimming membantu memperoleh gambaran umum bacaan, sedangkan scanning memungkinkan Anda menemukan informasi spesifik secara efisien. Ketika kedua teknik ini digunakan bersama, proses mengerjakan 40 soal dalam waktu 60 menit menjadi jauh lebih terstruktur.
Namun, keberhasilan tidak hanya bergantung pada teknik. Latihan yang konsisten, penguasaan kosakata akademik, serta kemampuan mengenali sinonim juga memainkan peran penting dalam meningkatkan skor IELTS Reading.
Dengan menerapkan strategi yang tepat dan berlatih secara teratur, Anda dapat meningkatkan kepercayaan diri sekaligus memperbesar peluang meraih skor IELTS sesuai target.