Beranda » Cohesive Devices IELTS: Cara Menghubungkan Ide agar Writing Lebih Natural dan Terstruktur

Cohesive Devices IELTS: Cara Menghubungkan Ide agar Writing Lebih Natural dan Terstruktur

Menulis esai IELTS bukan hanya tentang memiliki vocabulary yang luas dan grammar yang benar. Sebuah tulisan juga harus memiliki alur yang mudah diikuti.

Pembaca perlu mengetahui bagaimana satu ide berhubungan dengan ide berikutnya. Jika setiap kalimat terasa berdiri sendiri, tulisan dapat menjadi sulit dipahami meskipun masing-masing kalimat secara grammar sudah benar.

Di sinilah cohesive devices IELTS memainkan peran penting.

Cohesive devices adalah berbagai kata atau struktur bahasa yang membantu menghubungkan bagian-bagian dalam sebuah tulisan. Bentuknya dapat berupa conjunction, linking phrase, pronoun, sinonim, maupun pengulangan kata kunci secara terkontrol.

Contohnya:

Many people prefer to work remotely. This arrangement allows them to save commuting time.

Frasa this arrangement menghubungkan kalimat kedua dengan ide pada kalimat pertama.

Contoh lain:

Public transportation can reduce traffic congestion. However, it requires significant investment.

Kata however menunjukkan hubungan kontras antara dua gagasan.

Masalahnya, banyak peserta IELTS justru menggunakan cohesive devices secara berlebihan.

Mereka memasukkan Firstly, Secondly, Moreover, Furthermore, In addition, dan Therefore hampir di setiap kalimat.

Hasilnya bukan tulisan yang lebih akademik, tetapi tulisan yang terasa mekanis.

Karena itu, memahami cohesive devices bukan sekadar menghafalkan daftar linking words.

Yang lebih penting adalah memahami hubungan logis antaride dan memilih connector yang benar-benar dibutuhkan.

Apa Itu Cohesive Devices?

Cohesive devices adalah unsur bahasa yang membantu membuat berbagai bagian dalam teks saling terhubung.

Dalam IELTS Writing, cohesive devices dapat membantu pembaca memahami:

tambahan informasi;
persamaan;
perbedaan;
sebab dan akibat;
contoh;
urutan;
penjelasan;
kesimpulan;
hubungan antara suatu klaim dan bukti.

Misalnya:

Online education provides greater flexibility. As a result, more working adults can continue their studies.

As a result menunjukkan hubungan sebab-akibat.

Tanpa connector tersebut, hubungan antara kedua kalimat masih dapat dipahami, tetapi dengan cohesive device yang tepat, hubungan logis menjadi lebih eksplisit.

Mengapa Cohesive Devices Penting dalam IELTS?

Salah satu aspek penilaian IELTS Writing adalah Coherence and Cohesion.

Artinya, tulisan tidak cukup hanya memiliki ide yang bagus.

Ide tersebut harus disusun dan dihubungkan secara efektif.

Bayangkan sebuah paragraf berisi empat ide yang semuanya menarik tetapi tidak memiliki hubungan yang jelas.

Pembaca mungkin akan bertanya:

“Bagaimana ide kedua berhubungan dengan ide pertama?”

“Apakah kalimat berikutnya merupakan contoh atau alasan?”

“Apakah penulis sedang menyetujui atau menentang gagasan sebelumnya?”

Cohesive devices dapat membantu memberikan petunjuk.

Namun, penggunaannya harus natural.

Cohesive Devices Bukan Sekadar Linking Words

Ini merupakan hal yang penting.

Sebagian peserta menganggap cohesive devices sama dengan linking words.

Padahal konsepnya lebih luas.

Cohesion dapat dibentuk melalui:

Conjunction

because, although, while, whereas, and, but

Linking adverbs

however, therefore, consequently, nevertheless

Reference

this, these, such, they, it

Lexical cohesion

Menggunakan kata yang berkaitan atau sinonim untuk mempertahankan topik.

Contoh:

Many cities are experiencing rapid urban growth. These urban areas face increasing pressure on housing.

Repetition

Mengulangi kata kunci secara terkontrol agar topik tetap jelas.

Dengan memahami hal ini, peserta tidak perlu memenuhi setiap kalimat dengan moreover atau furthermore.

1. Cohesive Devices untuk Menambahkan Ide

Ketika ingin menambahkan informasi yang mendukung ide sebelumnya, beberapa pilihan yang dapat digunakan adalah:

in addition;
additionally;
also;
furthermore;
moreover;
as well as;
another point is that.

Contoh:

Public transportation reduces traffic congestion. In addition, it can lower carbon emissions.

Namun, tidak semua kalimat membutuhkan in addition.

Bandingkan:

Public transportation reduces traffic congestion. It can also lower carbon emissions.

Kalimat kedua terdengar lebih sederhana dan natural.

Untuk IELTS, variasi seperti ini justru lebih baik daripada menggunakan connector yang sama berulang kali.

2. Cohesive Devices untuk Menunjukkan Kontras

Ketika dua gagasan memiliki perbedaan, gunakan connector yang sesuai.

Contohnya:

however;
nevertheless;
nevertheless;
in contrast;
whereas;
while;
although;
on the other hand.

Contoh:

Working from home can reduce commuting time. However, it may make it more difficult for employees to maintain social interaction.

Atau:

Although working from home offers greater flexibility, some employees may feel isolated.

Kedua struktur tersebut menunjukkan hubungan kontras.

3. “However” Tidak Sama dengan “Although”

Kesalahan penggunaan connector sering terjadi karena siswa mengetahui arti katanya tetapi belum memahami struktur grammar setelahnya.

However biasanya menghubungkan dua klausa atau kalimat.

The policy is expensive. However, it may produce long-term benefits.

Sementara although digunakan untuk membentuk subordinate clause.

Although the policy is expensive, it may produce long-term benefits.

Jangan menulis:

Although the policy is expensive. It may produce long-term benefits.

Struktur tersebut tidak lengkap.

Memahami fungsi grammar di balik cohesive devices sangat penting.

4. Cohesive Devices untuk Menunjukkan Sebab

Untuk menjelaskan alasan, Anda dapat menggunakan:

because;
since;
as;
due to;
owing to;
because of.

Contoh:

Many people choose online courses because they offer flexible schedules.

Atau:

Many people choose online courses due to their flexibility.

Namun, perhatikan perbedaan struktur.

Because + clause

because students need flexibility

Because of + noun/noun phrase

because of the need for flexibility

Kesalahan struktur seperti ini dapat memengaruhi grammatical accuracy.

5. Cohesive Devices untuk Menunjukkan Akibat

Beberapa pilihan yang umum adalah:

therefore;
consequently;
as a result;
thus;
hence;
for this reason.

Contoh:

Public transport is often unreliable. As a result, many commuters choose private vehicles.

Atau:

Public transport is often unreliable. Therefore, many commuters choose private vehicles.

Namun, pastikan hubungan sebab-akibat memang logis.

Jangan menggunakan therefore hanya karena kalimat kedua muncul setelah kalimat pertama.

6. Cohesive Devices untuk Memberikan Contoh

Ketika ingin memberikan contoh, gunakan:

for example;
for instance;
such as;
particularly;
including.

Contoh:

Several factors influence academic performance. For example, students who receive adequate sleep may find it easier to concentrate.

Atau:

Many forms of public transport, such as buses and trains, can reduce the number of private vehicles on the road.

Perhatikan bahwa for example dan such as tidak selalu memiliki struktur yang sama.

7. Cohesive Devices untuk Membandingkan

Dalam IELTS Writing Task 1, perbandingan sangat penting.

Anda dapat menggunakan:

similarly;
likewise;
in the same way;
compared with;
compared to;
whereas;
while;
in contrast.

Contoh:

The percentage of male participants increased. Similarly, the figure for females rose.

Atau:

The figure for women was considerably higher than that for men.

Dalam Task 1, jangan hanya menggunakan higher than berulang kali.

Gunakan variasi struktur untuk membuat perbandingan lebih natural.

8. Cohesive Devices untuk Menjelaskan Urutan

Dalam beberapa jenis tulisan, urutan dapat membantu pembaca memahami proses atau tahapan.

Beberapa pilihan:

initially;
subsequently;
then;
afterwards;
finally;
in the first stage;
in the following stage.

Ini sangat berguna untuk IELTS Academic Writing Task 1 ketika mendeskripsikan proses.

Contoh:

Initially, the raw materials are collected. Subsequently, they are transported to the processing facility.

Finally, the finished products are delivered to retailers.

Namun, jangan menggunakan firstly, secondly, dan finally secara otomatis untuk setiap jenis esai.

Gunakan berdasarkan kebutuhan struktur.

9. Reference Words sebagai Cohesive Devices

Kata seperti this, these, that, those, it, dan they dapat membantu menghindari pengulangan.

Contoh:

Online education has become increasingly popular. This trend can be attributed to improvements in digital technology.

This trend merujuk pada ide sebelumnya.

Contoh lain:

Many companies have introduced flexible working policies. These measures can improve employee satisfaction.

Reference seperti ini membuat tulisan lebih kohesif.

Namun, pastikan referensinya jelas.

Jangan menulis:

The government introduced several policies after consulting local communities. This has created controversy.

Apa yang dimaksud dengan this?

Kebijakannya?

Konsultasinya?

Atau seluruh proses?

Jika referensinya ambigu, gunakan noun yang lebih spesifik.

10. Cohesive Devices Melalui Sinonim

Cohesion juga dapat dibangun dengan lexical variation.

Contoh:

Many people believe that public transportation should be improved. Better transport systems could reduce congestion.

Kata public transportation dan transport systems berhubungan secara makna.

Namun, jangan mengganti setiap kata dengan sinonim hanya agar terlihat memiliki vocabulary tinggi.

Jika sinonim tidak tepat secara konteks, makna kalimat justru dapat berubah.

Dalam IELTS, accuracy lebih penting daripada memaksakan variasi.

Hindari Menggunakan “Moreover” Terlalu Sering

Moreover memang merupakan cohesive device yang benar.

Namun, penggunaan berulang dapat membuat tulisan terasa kaku.

Contoh yang terlalu mekanis:

Firstly, public transport is affordable. Moreover, it reduces traffic. Moreover, it lowers pollution. Moreover, it benefits workers.

Lebih natural:

Public transport is generally affordable and can reduce traffic congestion. It can also lower pollution levels. For many workers, therefore, reliable public transport can make daily commuting easier.

Cohesion tidak selalu membutuhkan connector di awal setiap kalimat.

Hubungan antarkalimat dapat dibangun melalui grammar dan vocabulary.

Jangan Menggunakan “Firstly” Jika Tidak Ada “Secondly”

Jika Anda menulis:

Firstly, governments should improve public transport.

Pembaca secara alami mengharapkan poin berikutnya.

Jika hanya ada satu alasan, lebih natural menggunakan:

One important measure is to improve public transport.

Atau:

A key priority for governments should be improving public transport.

Ini terdengar lebih fleksibel dan tidak terlalu formulaic.

Kesalahan: Menggunakan Connector yang Tidak Sesuai

Jangan memilih connector hanya berdasarkan arti bahasa Indonesianya.

Misalnya, therefore berarti “oleh karena itu”, tetapi tidak semua kalimat yang mengandung hubungan logis membutuhkan therefore.

Begitu juga however tidak berarti setiap kalimat yang berbeda harus menggunakan however.

Tanyakan terlebih dahulu:

Apa hubungan antara kedua ide ini?

Apakah:

tambahan?
kontras?
sebab?
akibat?
contoh?
perbandingan?
urutan?

Setelah hubungan diketahui, barulah pilih cohesive device.

Cohesive Devices dalam IELTS Writing Task 1

Task 1 memiliki kebutuhan khusus.

Anda mungkin perlu menghubungkan:

tren;
periode waktu;
kelompok;
kategori;
perbandingan;
perubahan.

Contoh:

The number of visitors increased steadily between 2010 and 2015. By contrast, the figure for the second location declined during the same period.

Atau:

The percentage rose sharply in 2018. This increase was followed by a gradual decline.

Perhatikan bahwa this increase merupakan cohesive device berbasis reference.

Anda tidak perlu menggunakan moreover atau furthermore karena hubungan yang dibutuhkan adalah perkembangan data.

Cohesive Devices dalam IELTS Writing Task 2

Task 2 lebih banyak membutuhkan hubungan argumentatif.

Contoh:

Governments should invest more in public transportation. One reason for this is that efficient transport systems can reduce congestion.

Kemudian:

Furthermore, better public transport may encourage people to leave their cars at home.

Terakhir:

As a result, cities could experience lower levels of traffic and pollution.

Di sini cohesive devices membantu pembaca mengikuti argumentasi.

Tetapi struktur tersebut tidak harus diulang identik pada setiap paragraf.

Buat Paragraf dengan Alur yang Jelas

Cohesive devices tidak dapat menyelamatkan paragraf yang tidak memiliki struktur.

Sebelum memilih connector, tentukan:

Apa ide utama paragraf?

Kemudian:

Apa alasan yang mendukungnya?

Lalu:

Apa contoh atau penjelasannya?

Misalnya:

Main idea: Public transport should be improved.

Reason: It reduces dependence on private cars.

Explanation: Fewer private vehicles can reduce congestion.

Example: Reliable bus networks can encourage commuters to change their habits.

Jika struktur tersebut sudah jelas, cohesive devices akan lebih mudah digunakan.

Jangan Memasukkan Connector di Setiap Kalimat

Ini mungkin merupakan prinsip terpenting.

Tidak setiap kalimat membutuhkan linking word.

Contoh yang terlalu banyak:

Many people work from home. Moreover, they save commuting time. Furthermore, they can spend more time with their families. Therefore, this arrangement is beneficial.

Versi yang lebih natural:

Many people work from home because they can save commuting time. They may also spend more time with their families. As a result, remote work can provide significant benefits for some employees.

Hubungan tetap jelas tanpa connector di setiap kalimat.

Cohesion Harus Terasa Natural

IELTS bukan ujian untuk melihat seberapa banyak linking words yang dapat Anda hafalkan.

Tujuan akhirnya adalah menghasilkan tulisan yang mudah dibaca.

Bayangkan Anda adalah pembaca.

Apakah Anda dapat memahami hubungan antara setiap ide tanpa harus berhenti?

Jika jawabannya ya, cohesion kemungkinan sudah cukup baik.

Jika Anda harus membaca ulang karena tidak mengetahui bagaimana satu kalimat berhubungan dengan kalimat berikutnya, mungkin diperlukan connector atau struktur yang lebih jelas.

Strategi Latihan Pertama: Tandai Hubungan Ide

Ambil satu paragraf IELTS.

Kemudian tandai setiap hubungan:

A = addition
C = contrast
R = reason
E = effect
X = example
S = sequence

Dengan latihan ini, Anda belajar melihat fungsi cohesive devices, bukan hanya menghafal kata.

Strategi Latihan Kedua: Kurangi Linking Words

Tulis satu paragraf menggunakan banyak connector.

Kemudian baca kembali dan hapus sekitar sepertiga connector yang sebenarnya tidak diperlukan.

Lihat apakah paragraf masih mudah dipahami.

Jika masih jelas, berarti connector tersebut memang tidak wajib.

Latihan ini sangat bagus untuk menghindari tulisan yang terlalu formulaic.

Strategi Latihan Ketiga: Gunakan Reference

Ambil dua kalimat yang memiliki kata benda berulang.

Contoh:

Online learning has become popular. Online learning allows students to study flexibly.

Kemudian perbaiki:

Online learning has become popular. This approach allows students to study flexibly.

Dengan latihan ini, Anda belajar membangun cohesion tanpa selalu memakai linking words.

Strategi Latihan Keempat: Variasikan Struktur

Jangan selalu menulis:

X. However, Y.

Cobalah:

Although X, Y.

Atau:

X, whereas Y.

Atau:

While X, Y.

Variasi struktur dapat membuat tulisan terasa lebih natural.

Checklist Cohesive Devices IELTS

Sebelum mengumpulkan Writing, tanyakan:

Apakah ide utama setiap paragraf jelas?

Jika tidak, tambahkan atau perbaiki topic sentence.

Apakah setiap kalimat berhubungan dengan ide utama?

Jika tidak, mungkin ada kalimat yang harus dihapus.

Apakah connector digunakan sesuai fungsi?

Pastikan however benar-benar menunjukkan kontras dan therefore benar-benar menunjukkan akibat.

Apakah saya terlalu sering menggunakan connector yang sama?

Jika ya, cari variasi atau hapus connector yang tidak diperlukan.

Apakah reference saya jelas?

Pastikan this, these, it, dan they memiliki referensi yang mudah dipahami.

Apakah cohesion tetap jelas tanpa connector?

Jika iya, Anda mungkin sudah menggunakan terlalu banyak cohesive devices.

Contoh Perbaikan Paragraf

Versi yang terlalu formulaic:

Firstly, technology is important in education. Moreover, technology allows students to access information. Furthermore, students can communicate with teachers online. Therefore, technology has many benefits.

Versi yang lebih natural:

Technology plays an increasingly important role in education because it gives students easier access to information. Online platforms also allow learners to communicate with teachers beyond the traditional classroom. As a result, technology can make education more flexible and accessible.

Perhatikan bahwa versi kedua tidak menggunakan banyak linking words.

Namun, hubungan antaride tetap jelas.

Inilah pendekatan yang sebaiknya dituju dalam IELTS Writing.

Kesimpulan

Cohesive devices IELTS merupakan bagian penting dari kemampuan menulis secara terstruktur, tetapi penggunaannya tidak boleh disamakan dengan mengisi setiap kalimat menggunakan linking words.

Cohesion dapat dibangun melalui conjunction, linking adverbs, reference words, lexical repetition, sinonim, dan struktur kalimat.

Kuncinya adalah memahami hubungan antaride.

Gunakan however ketika ingin menunjukkan kontras. Gunakan therefore atau as a result ketika benar-benar terdapat hubungan sebab-akibat. Gunakan for example ketika memberikan contoh. Gunakan similarly untuk perbandingan yang sejalan.

Namun, jangan takut menulis dua kalimat tanpa connector jika hubungan keduanya sudah jelas.

Untuk IELTS Writing Task 1, fokuslah pada hubungan antara data, perubahan, perbandingan, dan periode waktu.

Untuk Task 2, gunakan cohesive devices untuk membantu pembaca mengikuti argumentasi dari klaim, alasan, penjelasan, hingga contoh.

Yang terpenting, jangan mengejar jumlah linking words.

Cohesion yang baik bukanlah tulisan yang penuh connector, melainkan tulisan yang membuat pembaca selalu memahami bagaimana satu ide berhubungan dengan ide berikutnya.

Jika Anda dapat mencapai alur tersebut secara natural, tulisan akan terasa lebih jelas, terkontrol, dan akademik—tanpa harus terdengar seperti esai yang dibuat dari kumpulan template.

mandsaue1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kembali ke atas