
Banyak peserta IELTS beranggapan bahwa memiliki kosakata yang luas adalah kunci utama untuk mendapatkan band score tinggi. Anggapan tersebut memang tidak sepenuhnya salah, tetapi ada satu keterampilan lain yang sering kali menjadi pembeda antara peserta dengan skor rata-rata dan peserta yang berhasil meraih Band 7, 8, bahkan 9. Keterampilan tersebut adalah paraphrasing.
Paraphrasing merupakan kemampuan menyampaikan kembali sebuah ide menggunakan kata-kata atau struktur kalimat yang berbeda tanpa mengubah makna aslinya. Dalam tes IELTS, kemampuan ini dinilai secara langsung, terutama pada bagian Writing dan Speaking. Examiner ingin melihat apakah peserta mampu menggunakan bahasa Inggris secara fleksibel, bukan hanya menghafal kosakata atau menyalin kalimat yang tersedia.
Sayangnya, masih banyak peserta yang melakukan kesalahan ketika mencoba melakukan paraphrasing. Ada yang hanya mengganti satu atau dua kata, ada pula yang justru mengubah makna kalimat sehingga jawabannya menjadi tidak relevan. Artikel ini akan membahas secara lengkap apa itu paraphrasing, mengapa keterampilan ini sangat penting, serta bagaimana cara melatihnya agar dapat meningkatkan peluang memperoleh band score yang lebih tinggi.
Apa Itu Paraphrasing?
Paraphrasing adalah proses menyampaikan informasi yang sama menggunakan pilihan kata, struktur kalimat, atau bentuk tata bahasa yang berbeda. Dalam IELTS, keterampilan ini digunakan untuk menunjukkan bahwa Anda memiliki penguasaan bahasa Inggris yang baik dan mampu mengekspresikan ide secara bervariasi.
Sebagai contoh, jika soal Writing Task 2 berbunyi:
“Many people believe that technology has improved education.”
Kalimat tersebut dapat diparafrasekan menjadi:
“It is widely believed that technological developments have enhanced the quality of education.”
Maknanya tetap sama, tetapi penggunaan kosakata dan struktur kalimat menjadi lebih bervariasi.
Mengapa Paraphrasing Sangat Penting?
Kemampuan melakukan paraphrasing berkontribusi pada beberapa aspek penilaian IELTS.
Pada Writing, examiner menilai Lexical Resource, yaitu kemampuan menggunakan berbagai kosakata secara tepat. Penggunaan kata yang berulang-ulang dapat menurunkan skor pada aspek ini.
Sementara itu, pada Speaking, paraphrasing membantu peserta menjawab pertanyaan dengan lebih alami. Jika tidak mengetahui satu kosakata tertentu, peserta dapat menjelaskan maksudnya menggunakan kata-kata lain tanpa harus berhenti terlalu lama.
Selain itu, paraphrasing juga membantu menghindari plagiarisme pada Writing Task 2. Menyalin kalimat dari soal tanpa perubahan menunjukkan keterbatasan kemampuan bahasa sehingga tidak memberikan nilai tambah.
Kapan Paraphrasing Digunakan?
Dalam IELTS, paraphrasing digunakan hampir di setiap bagian tes.
Pada Writing Task 1
Peserta biasanya diminta menulis ulang pertanyaan pada bagian pembuka menggunakan kalimat yang berbeda.
Pada Writing Task 2
Pendahuluan hampir selalu diawali dengan hasil paraphrasing dari pertanyaan yang diberikan.
Pada Speaking
Paraphrasing berguna ketika:
menjelaskan pendapat
menggambarkan pengalaman
menjawab pertanyaan yang sulit
mengganti kosakata yang terlupa
Kemampuan ini membuat jawaban terdengar lebih lancar dan alami.
Teknik Paraphrasing yang Efektif
1. Menggunakan Sinonim
Cara paling sederhana adalah mengganti kata dengan sinonim yang sesuai.
Contoh:
important → essential
difficult → challenging
improve → enhance
increase → rise
reduce → decrease
Namun, pastikan sinonim tersebut sesuai dengan konteks kalimat.
2. Mengubah Struktur Kalimat
Tidak semua paraphrasing harus mengganti kosakata. Anda juga dapat mengubah pola kalimat.
Contoh:
“People use smartphones every day.”
Menjadi:
“Smartphones are used daily by many people.”
Makna tetap sama, tetapi struktur berubah dari active voice menjadi passive voice.
3. Menggunakan Bentuk Kata Berbeda
Contoh:
develop → development
decide → decision
educate → education
succeed → success
Perubahan kelas kata sering membuat tulisan terlihat lebih bervariasi.
4. Menggabungkan atau Memecah Kalimat
Kalimat panjang dapat dibagi menjadi dua kalimat pendek.
Sebaliknya, dua kalimat sederhana juga dapat digabung menggunakan conjunction seperti:
although
while
because
therefore
however
Teknik ini menunjukkan kemampuan mengelola struktur kalimat yang lebih kompleks.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Mengganti Semua Kata dengan Sinonim
Tidak semua kata memiliki sinonim yang benar-benar sama. Penggunaan sinonim yang kurang tepat dapat mengubah arti kalimat.
Mengubah Makna
Paraphrasing harus mempertahankan pesan utama. Jika makna berubah, jawaban dapat dianggap tidak relevan.
Terlalu Banyak Mengulang Kosakata
Menggunakan kata yang sama berulang kali membuat tulisan terlihat monoton dan memengaruhi penilaian Lexical Resource.
Menghafal Kalimat Siap Pakai
Sebagian peserta menghafal template lengkap untuk Writing atau Speaking. Examiner yang berpengalaman biasanya dapat mengenali pola hafalan tersebut, sehingga jawaban terasa kurang alami.
Cara Melatih Paraphrasing
Membaca Artikel Berbahasa Inggris
Saat membaca berita atau artikel akademik, cobalah menuliskan kembali isi paragraf menggunakan kata-kata Anda sendiri.
Membandingkan Contoh Band Score Tinggi
Pelajari bagaimana penulis dengan band score tinggi mengubah kalimat soal menjadi pendahuluan yang berbeda tetapi tetap akurat.
Membuat Daftar Sinonim
Kelompokkan kosakata berdasarkan tema seperti:
education
environment
health
technology
work
transportation
Dengan cara ini, Anda lebih mudah mengingat kata-kata yang sering muncul dalam IELTS.
Berlatih Setiap Hari
Luangkan waktu sekitar 15–20 menit untuk memparafrasekan lima hingga sepuluh kalimat. Latihan yang konsisten akan membuat kemampuan ini berkembang secara alami.
Tips Agar Paraphrasing Terlihat Alami
Fokus pada makna, bukan sekadar mengganti kata.
Gunakan kombinasi perubahan kosakata dan struktur kalimat.
Hindari penggunaan sinonim yang tidak familiar.
Baca ulang hasil tulisan untuk memastikan maknanya tetap sama.
Jangan memaksakan penggunaan kata yang terlalu rumit jika tidak yakin artinya.
Hubungan Paraphrasing dengan Band Score
Peserta yang mampu melakukan paraphrasing dengan baik biasanya memperoleh nilai lebih tinggi pada aspek Lexical Resource dan Grammatical Range and Accuracy. Mereka juga cenderung lebih percaya diri saat Speaking karena dapat menjelaskan ide dengan berbagai cara meskipun lupa satu kosakata tertentu.
Sebaliknya, peserta yang terus mengulang kata dan struktur yang sama akan kesulitan mencapai Band 7 ke atas, meskipun tata bahasanya cukup baik.
Penutup
Paraphrasing bukan sekadar keterampilan mengganti kata, melainkan kemampuan menyampaikan ide dengan cara yang lebih fleksibel dan alami. Dalam IELTS, keterampilan ini berperan besar dalam meningkatkan kualitas jawaban pada Writing maupun Speaking.
Dengan memahami teknik yang benar, menghindari kesalahan umum, serta berlatih secara konsisten, Anda dapat memperkaya variasi bahasa yang digunakan dan meningkatkan peluang memperoleh band score yang lebih tinggi. Jadikan paraphrasing sebagai bagian dari rutinitas belajar IELTS Anda, karena kemampuan ini tidak hanya bermanfaat untuk ujian, tetapi juga untuk komunikasi akademik dan profesional di dunia nyata.